Selasa, 13 November 2012

PERTANYAAN, JAWABAN DAN TANGGAPAN TENTANG FILSAFAT

1.    Pertanyaan    :Menurut pandangan anda, bagaimana berpikir dewasa itu?
Jawaban teman    :Berpikir dewasa adalah subtansi dari filsafat kehidupan, tetapi ini terfokus pada kehidupannya (Kedewasaan). Sebab orang yang dewasa dalam hidupnya, yaitu orang yang dapat mengambil hikmah dari setiap masalah yang ia hadapi dalam hidupnya.
Tanggapan saya    :Saya setuju dengan paparan diatas, orang yang dewasa adalah orang yang dapat mengambil hikmah dari nsetiap masalah yang dihadapi dalam hidupnya.   

2.    Pertanyaan    :Apa perbedaan  berfikir dewasa dengan kedewasaan berpikir?
Jawaban teman    :Menurut saya berpikir dewasa ditandai dengan kesadaran untuk berpikir nalar serta berpikir positif dalam rangka membangun sikap positif. Seseorang yang berpikir dewasa akan mampu menempatkan fungsi akal budinya bukan hanya sebagai panduan untuk mencapai visi dan tujuan hidupnya melainkan juga mampu menopang usahanya dalam proses yang kontinyu untuk menjadi dirinya. sedangkan Kedewasaan berpikir ini terfokus pada pembentukan pola pikir yang dewasa.
Tanggapan saya    : Sepaham dengan jawaban diatas, kedewasaan berfikir yaitu terfokus pada pembentukan pola pikir sedangkan berfikir dewasa mampu menempatkan fungsi akal budinya bukan hanya sebagai panduan untuk mencapai visi dan tujuan hidupnya melainkan juga mampu menopang usahanya dalam proses yang kontinyu untuk menjadi dirinya.


3.    Pertanyaan    :Menurut pandangan anda apakah filsafat yang objektif berguna bagi pendewasaan filsafat?
Jawaban teman    :Menurut saya Filsafat yang objektif sangatlah berguna bagi proses pendewasaan berfilsafat. Baik dalam memahami sesuatu yang mikro ataupun memahami sesuatu yang makro. Karena kehidupan ini harus di pahami dari banyak sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja. Tetapi perlu banyak pemahaman hingga kita dapat mengetahui peta permasalahan yang terjadi dari hal yang sifatnya pribadi hingga hal-hal yang sifatnya umum dan universal
Tanggapan saya    :Setuju, kehidupan ini harus di pahami dari banyak sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja.


4.    Pertanyaan    :Menurut anda apakah filsafat hanya dapat dikenyam di bangku kuliah saja?   
Jawaban teman    :Menurut saya tidak, karena Pada dasarnya filsafat adalah kegiatan berpikir. Menimbang baik dan buruknya sesuatu, memahami persoalan dari berbagai perspektif, tidak hanya memandang dari satu sisi.
Tanggapan saya    : Saya setuju, selain dari paparan temen saya tersebut. Menurut saya bangku kuliah hanyalah segelintir waktu yang kita lewati, waktu yang tersita bukan pada saat kuliah saja, tetapi waktu yang kita habisakan malahan banyak dari lingkungan sekitar (bukan kuliah).

5.    Pertanyaan    :Menurut anda apakah kehidupan komunitas dapat membentuk manusia untuk hidup secara lebih baik, bijaksana dan kritis?
Jawaban teman    :Menurut saya kehidupan komunitas dapat membentuk hidup manusia secara lebih baik. Dapat dikatakan demikian karena pada dasarnya kodrat manusia adalah makhluk sosial. Itu berarti manusia selalu berada bersama dengan sesamanya atau orang lain. Ia tidak berada sendirian, melainkan selalu berada bersama dengan orang lain. Manusia selalu berada dengan orang lain dan membentuk suatu persekutuan yang disebut sebagai komunitas. Mereka membentuk hidup besama karena ada nilai yang ingin dicapai secara bersama.
Tanggapan saya    :Setuju dengan paparan diatas kerena tidak berada sendirian, melainkan selalu berada bersama dengan orang lain. Manusia selalu berada dengan orang lain dan membentuk suatu persekutuan yang disebut sebagai komunitas

6.    Pertanyaan    : Mengapa filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan?   
Jawaban teman : Filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan karena dahulu pada masa Yunani kuno filsafat merupakan penjelasan rasional terhadap segala hal atau masalah. Objeknya sangat luas, dan ketika itu belum ada pemisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Dahulu, kajian seperti ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial juga ilmu-ilmu lain seperti etika, estetika dan metafisika, dikaji dalam filsafat. Pemisahan terhadap ilmu-ilmu pengetahuan baru dilakukan pada masa modern (abad ke 19), ketika muncul tuntutan agar ilmu pengetahuan dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris (tuntutan metodologis). Dengan kata lain, ilmu pengetahuan (seperti misalnya ilmu alam dan ilmu sosial) merupakan anak dari filsafat, mereka memisahkan diri dan berdiri secara atonom atas fokus objek kajian masing-masing.
Tanggapan saya    :Setuju, karena ilmu filsafat merupakan ilmu terdahulu, dan ilmu-ilmu sebelumnya berakar dari ilmu filsafat.


7.    Pertanyaan    :Apakah filsafat hanya berkaitan dengan hal-hal abstrak yang tidak mengena pada masalah-masalah kehidupan konkrit?   
Jawaban teman    :Filsafat tidak hanya berkaitan dengan hal-hal abstrak yang tidak mengena pada masalah-masalah kehidupan konkrit karena filsafat mempelajari hal sesuatu secara detail dan mendalam serta mengkaji isi-isi dari hal tersebut.
Tanggapan saya    :Setuju, filsafat merupakan induk dari semua ilmu, jad mempelajari filsafat berarti mempelajari tentang masalah-masalah konkrit.

8.    Pertanyaan    :Apakah berfikir rasionalitas sangatlah berguna bagi seseorang yang mencari solusi dari sebuah masalah?
Jawaban teman    :Berpikir rasionalitas sangat berguna bagi seorang manusia yang sedang mencari solusi dari sebuah masalah, sehingga orang tersebut akan menemukan lebih banyak lagi pelajaran dan hikmah dari masalah-masalah yang ia hadapi. Dan mereka dijamin tidak akan seperti Keladai yang jatuh lebih dari satu kali di dalam lubang yang sama. Berpikir rasionalitas selalu menempatkan diri pada solusi permasalahan, bukan selalu mempermasalahkan masalah. Orang pun akan mudah mengerti setiap ucapan dan nasihatnya, karena itu seseorang yang menggunakan rasionalitas dia bukan hanya bicara saja tetapi dia juga memperaktekkan dan dalam kehidupannya.
Tanggapan saya    :Setuju, karena untuk mencari solusi dari sebuah masalah harus menggunakan fikirian yang bersifat rasional.

9.    Pertanyaan    :Apakah ada manfaat filsafat bagi kehidupan?
Jawaban teman    :Banyak orang mempertanyakan essensi dari filsafat itu sendiri. Apakah hanya sekumpulan teori-teori dari pemikir-pemikir yang selalu memikirkan apa itu hidup? Apa itu ada dan ketiadaan? Apa itu dasar dari kehidupan dunia dan setelahnya? Dari beberapa buku yang saya baca, filsafat tidaklah segumpalan omong kosong mengenai pemikiran panjang yang berbelit mengenai hidup, tapi bagaimana kita menjalani hidup dengan hidup. Filsafat menggali akar dari sebuah permasalahan. Dengan filsafat, kita diajarkan untuk arif dan bijaksana dalam menjalani hidup dengan mendalami makna dan essensi dari hidup yang kita jalani.
Tanggapan saya    :Saya setuju, dengan adanya filsafat kita bisa menjadi manusia yang arif dan bijaksana dalam menjalani hidup.

10.    Pertanyaan    :Menurut anda apa yang dimaksud dengan pernyataan manusia mengetahui dirinya dan dunianya?
Jawaban teman    :Menurut saya manusia merupakan makluk yang sadar dan mempunyai pengetahuan akan dirinya. Selain itu juga manusia juga mempunyai pengetahuan akan dunia sebagai tempat dirinya bereksistensi. Dunia yang dimaksudkan di sini adalah dunia yang mampu memberikan manusia kemudahan dan tantangan dalam hidup. Dunia di mana manusia bereksistensi dapat memberikan kepada manusia sesuatu yang berguna bagi pembentukan dan pengembangan dirinya.
Tanggapan saya    :Secara garis besar saya setuju dengan pernyataan diatas, pernyataan tentang manusia mengetahui dirinya dan dunianya yaitu manusia yang mampu sukses bertahan hidup dalam dunianya.

1 komentar: